Integritas Dalam Dunia Usaha

12.04.2017

Nilai Integrates Dalam Dunia Usaha

Integritas merupakan konsep yang menunjukkan konsistensi atau keteguhan tindakan yang dilakukan berdasarkan nilai-nilai dan prinsip yang diyakini. Integritas dapat diartikan sebagai kebenaran dan kejujuran seseorang dalam tindakan yang dilakukannya saat tidak disaksikan oleh pihak lain. Bila integritas suatu pribadi lemah, maka dapat dipastikan nilai-nilai seperti kejujuran, keterbukaan, tanggung jawab, ketekunan, kerajinan, keberaniaan, keterusterangan, kepercayaan, kesetiaan, kearifan, dan profesionalisme, pasti tidak dapat berfungsi seperti yang seharusnya.

 

Sama halnya dalam dunia usaha, penegakkan integritas bersifat mutlak dalam semua bidang usaha. Perusahaan harus menegakkan integritas dalam segala aspek seperti keuangan, moral, intelektual, aturan dan etika, bisnis perusahaan, pelayanan, serta kualitas, ke dalam integritas masing-masing pribadi orang yang bekerja di perusahaan tersebut.

 

Tanggung jawab perusahaan kepada para stakeholdernya hanya dapat diperoleh saat perusahaan fokus dan intensif dalam menegakkan integritas dalam semua aspek kerja dengan sepenuh hati. Kurangnya konsistensi perusahaan dalam menjalankan integritas, hanya akan menggerogoti semua aspek dasar dalam manajemen tersebut, dan pada akhirnya dapat merusak semua nilai-nilai dasar yang ada.

 

Integritas merupakan awal dari sebuah janji dan komitmen dalam membangun bisnis dan pelayanan kepada stakeholder. Bila sebuah perusahaan gagal menegakkan integritas sebagai tonggak terpenting di perusahaan tersebut, maka dapat dipastikan semua pimpinan dan karyawan perusahaan tersebut tidak akan mampu menjalankan pekerjaannya secara professional.

 

Setiap individu di masing-masing bidang usahanya harus memahami pentingnya integritas sebagai produk dari pertumbuhan spiritual dari masing-masing individu tersebut. Dalam hal ini pertumbuhan spiritual diperlukan untuk menjamin adanya nilai kejujuran, tanggung jawab, keterbukaan, kesetiaan, keikhlasan, ketulusan, rasa syukur, kerajinan, ketekunan, keberanian, kemauan, dan nilai-nilai moral lainnya yang etis, untuk memperkuat sistem, prosedur, kebijakan, dan peraturan perusahaannya.

 

Pada akhirnya, dalam bidang usaha apapun nilai keberhasilan ditentukan oleh integritas bukan semata oleh kemampuan.

Previous Article :

Open Recruitment